G
N
I
D
A
O
L

Basic Obstetric & Neonatal Life Support (BONELS)

Setiap Detik Berharga, Setiap Nyawa Dipertaruhkan, Siapkah Anda Menolong?

Basic Obstetric & Neonatal Life Support (BONELS) – Pelatihan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal untuk Tenaga Kesehatan

Dalam kegawatdaruratan kebidanan dan neonatal, waktu adalah nyawa. Perdarahan pasca persalinan, asfiksia bayi, syok hemoragik, atau gangguan jalan napas – bisa terjadi kapan saja, di mana saja. Sebagai tenaga kesehatan di garda terdepan, kesiapan Anda menentukan hidup mati ibu dan bayi.

Pelatihan BONELS dirancang untuk membekali Anda dengan keterampilan klinis yang sistematis, terukur, dan sesuai standar dalam menangani kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Bukan sekadar teori, tapi simulasi dan praktik yang membuat Anda siap bertindak saat krisis.

 

MENGAPA TENAGA KESEHATAN PERLU BONELS?

❌ Anda pernah panik saat menghadapi ibu dengan perdarahan postpartum masif.
❌ Anda ragu melakukan resusitasi pada bayi baru lahir yang tidak menangis.
❌ Anda tidak yakin langkah-langkah bantuan hidup dasar (BHD) yang benar.
❌ Anda khawatir melakukan evakuasi dan transportasi pasien darurat.
❌ Anda ingin meningkatkan kompetensi, tapi belum pernah mengikuti pelatihan kegawatdaruratan terstruktur.

Dengan BONELS, Anda akan memiliki protokol jelas dalam kepala – tahu apa yang harus dilakukan, kapan, dan bagaimana – sehingga Anda bisa bertindak cepat, tepat, dan menyelamatkan nyawa.

 

TUJUAN PELATIHAN

Setelah mengikuti pelatihan ini, setiap peserta mampu melakukan penatalaksanaan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

 

11 KOMPETENSI YANG AKAN ANDA KUASAI

No Kompetensi
1 Menjelaskan pencegahan infeksi
2 Melakukan pengisian partograf
3 Melakukan penatalaksanaan persalinan dengan penyulit
4 Melakukan penatalaksanaan perdarahan post partum
5 Melakukan penatalaksanaan asfiksia pada bayi baru lahir
6 Melakukan bantuan hidup dasar
7 Melakukan penilaian dan penatalaksanaan awal (initial assessment & management)
8 Melakukan penatalaksanaan dengan gangguan jalan napas dan pernapasan (airway and breathing management)
9 Menjelaskan penatalaksanaan pasien dengan syok hemoragik
10 Melakukan penatalaksanaan trauma muskuloskeletal
11 Melakukan evakuasi dan transportasi

 

MATERI UNGGULAN PELATIHAN

1. Pencegahan Infeksi dalam Kegawatdaruratan

“Dalam keadaan darurat, jangan lupakan hal paling dasar: keselamatan penolong dan pasien.”

  • Prinsip kewaspadaan standar (hand hygiene, APD, dekontaminasi).

  • Pencegahan infeksi saat tindakan invasif darurat.

  • Pengelolaan limbah medis di situasi kegawatdaruratan.

Hasil : Anda melindungi diri sendiri, tim, dan pasien dari risiko infeksi silang.

 

2. Pengisian Partograf yang Benar

“Partograf adalah peta persalinan. Jika salah baca, nyawa taruhannya.”

  • Cara mengisi partograf dengan akurat (pembukaan serviks, penurunan kepala, kontraksi, denyut jantung janin).

  • Mengenali garis waspada dan garis tindakan.

  • Interpretasi partograf untuk deteksi dini penyulit persalinan.

Hasil : Anda bisa mendeteksi secara dini persalinan yang tidak normal dan mengambil tindakan tepat waktu.

 

3. Penatalaksanaan Persalinan dengan Penyulit

“Persalinan normal bisa berubah darurat dalam hitungan menit.”

  • Distosia bahu (shoulder dystocia): manuver McRoberts, tekanan suprapubik.

  • Partus macet (prolonged labor): indikasi rujukan dan tindakan aktif.

  • Persalinan dengan presentasi abnormal (sungsang, letak lintang) – tatalaksana awal sebelum rujukan.

Hasil : Anda tidak panik saat menghadapi persalinan yang tidak sesuai harapan. Anda tahu langkah-langkah yang aman.

4. Penatalaksanaan Perdarahan Post Partum (PPP)

“Perdarahan postpartum adalah pembunuh nomor satu ibu bersalin. Setiap menit berarti.”

  • Penyebab PPP (4T: Tone, Tissue, Trauma, Thrombin).

  • Langkah-langkat penanganan PPP: masase uterus, uterotonika, B-Lynch (konsep), kompresi aorta, rujukan.

  • Resusitasi cairan pada syok hemoragik.

Hasil : Anda mampu mengidentifikasi dan menangani PPP secara sistematis sebelum terlambat.

5. Penatalaksanaan Asfiksia pada Bayi Baru Lahir

“Bayi tidak menangis? Jangan panik. Ikuti langkah resusitasi.”

  • Langkah awal resusitasi bayi baru lahir: dalam 30 detik pertama.

  • Ventilasi tekanan positif (bag-valve-mask) dengan benar.

  • Kompresi dada dan pemberian obat (epinephrine) pada asfiksia berat.

  • Evaluasi respons setiap 30 detik.

Hasil : Anda bisa menyelamatkan bayi yang lahir tidak langsung bernapas dengan tindakan cepat dan tepat.

6. Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support/BHD)

“Jantung berhenti? Napas tak ada? Lakukan BHD sekarang.”

  • DRSABCDE (Danger, Response, Send for help, Airway, Breathing, CPR, Defibrillation).

  • Teknik kompresi dada yang benar (kedalaman, kecepatan, rasio kompresi-ventilasi).

  • Resusitasi jantung paru (RJP) pada dewasa (termasuk ibu hamil – modifikasi posisi).

Hasil : Anda mampu melakukan RJP yang efektif pada pasien henti jantung.

7. Penilaian & Penatalaksanaan Awal (Initial Assessment & Management)

“Jangan bertindak sebelum menilai. Tapi jangan menilai terlalu lama.”

  • Pendekatan ABCDE (Airway, Breathing, Circulation, Disability, Exposure).

  • Triase dalam situasi gawat darurat.

  • Mengidentifikasi kondisi yang mengancam nyawa dalam hitungan detik.

Hasil : Anda bisa menentukan prioritas tindakan dengan cepat – mana yang harus ditangani dulu, mana yang bisa menunggu.

 

8. Penatalaksanaan Gangguan Jalan Napas dan Pernapasan

“Jika pasien tidak bisa bernapas, tidak ada yang lain yang berarti.”

  • Teknik membuka jalan napas (head tilt-chin lift, jaw thrust).

  • Penggunaan alat bantu napas sederhana (Guedel, nasopharyngeal airway).

  • Pemberian oksigen dan ventilasi.

Hasil : Anda mampu mengamankan jalan napas pasien dalam kondisi darurat.

 

9. Penatalaksanaan Pasien dengan Syok Hemoragik

“Syok hemoragik bukan hanya soal tekanan darah turun. Ini soal aliran darah ke organ vital.”

  • Pengenalan tanda-tanda syok hemoragik (takikardia, hipotensi, dingin, akral dingin, kesadaran menurun).

  • Resusitasi cairan: akses vena besar, pilihan cairan (kristaloid), target resusitasi.

  • Rujukan cepat untuk transfusi dan tindakan definitif.

Hasil : Anda bisa memberikan resusitasi cairan awal yang menyelamatkan nyawa sebelum rujukan.

 

10. Penatalaksanaan Trauma Muskuloskeletal

“Ibu hamil jatuh? Bukan hanya janin yang perlu diperhatikan.”

  • Imobilisasi fraktur dan dislokasi.

  • Kontrol perdarahan pada luka terbuka.

  • Evakuasi pasien dengan cedera tulang belakang (log roll, spinal board).

Hasil : Anda bisa menangani trauma muskuloskeletal tanpa memperparah cedera.

11. Evakuasi dan Transportasi Pasien Darurat

“Merujuk bukan berarti melepas tanggung jawab. Transportasi yang aman adalah bagian dari terapi.”

  • Persiapan pasien sebelum transportasi (stabilisasi, dokumentasi, informed consent).

  • Posisi transportasi yang tepat untuk berbagai kondisi (syok, trauma, ibu hamil).

  • Komunikasi dengan fasilitas rujukan.

  • Pendampingan selama perjalanan.

Hasil : Pasien tiba di fasilitas rujukan dalam kondisi optimal – tidak memburuk di jalan.

 

MANFAAT SETELAH PELATIHAN

✅ Anda mampu mendeteksi dini kegawatdaruratan maternal dan neonatal.
✅ Anda bisa melakukan resusitasi pada bayi baru lahir yang asfiksia.
✅ Anda tidak panik saat menghadapi perdarahan postpartum masif.
✅ Anda menguasai bantuan hidup dasar (BHD) untuk dewasa.
✅ Anda mampu menilai dan menstabilkan pasien dengan pendekatan sistematis (ABCDE).
✅ Anda bisa mengamankan jalan napas dan memberikan ventilasi yang adekuat.
✅ Anda memahami penanganan syok hemoragik sebelum rujukan.
✅ Anda mampu melakukan evakuasi dan transportasi yang aman.
Anda menjadi tenaga kesehatan yang siap sedia dalam situasi apapun.

 

UNTUK SIAPAKAH PELATIHAN INI ?

Pelatihan ini sangat cocok untuk:

Bidan di puskesmas, klinik, rumah sakit, atau praktik mandiri
Perawat yang bertugas di IGD, ruang bersalin, atau ruang anak
Dokter umum yang menangani pasien obstetri dan neonatal
Mahasiswa kebidanan dan keperawatan tingkat akhir yang ingin mempersiapkan praktik
Tenaga kesehatan di daerah terpencil yang minim akses rujukan cepat

 

FORMAT PELATIHAN

Aspek Detail
Metode 30% teori + 70% praktik & simulasi (skill station, skenario kasus, role play)
Durasi 2-3 hari (sesuai kurikulum)
Peserta Maksimal 20 peserta untuk rasio instruktur optimal
Sertifikat Sertifikat “Basic Obstetric & Neonatal Life Support (BONELS)”
Fasilitator Tim medis & instruktur kegawatdaruratan bersertifikasi

 

Jangan tunggu sampai kegawatdaruratan terjadi baru Anda belajar. Siapkan diri Anda sekarang.

 

“Dalam kegawatdaruratan, bukan yang terkuat yang selamat, tapi yang paling siap.”

GAMBARAN WORKSHOP PRAKTIK (3 HARI)

Hari 1 (Dasar & Deteksi Dini)

Sesi Aktivitas Durasi
Pembukaan Pretest, ice breaking, pengantar BONELS 30 menit
Pencegahan Infeksi Teori + praktik APD & hand hygiene 60 menit
Partograf Teori + praktik pengisian kasus 90 menit
Istirahat 15 menit
Persalinan Penyulit Teori + studi kasus distosia bahu, partus macet 90 menit
Initial Assessment Teori + praktik ABCDE approach 90 menit
Sesi Tanya Jawab 30 menit

Hari 2 (Kegawatdaruratan Maternal)

Sesi Aktivitas Durasi
Review Hari 1 & Q&A 30 menit
Perdarahan Post Partum Teori + simulasi penanganan PPP (skill station) 120 menit
Istirahat 15 menit
Syok Hemoragik Teori + praktik resusitasi cairan 90 menit
Makan siang & istirahat 60 menit
Bantuan Hidup Dasar Teori + praktik RJP manekin dewasa 90 menit
Airway Management Praktik buka jalan napas & alat bantu 60 menit
Trauma Muskuloskeletal Teori + praktik imobilisasi 60 menit

Hari 3 (Kegawatdaruratan Neonatal & Transportasi)

Sesi Aktivitas Durasi
Review Hari 2 & Q&A 30 menit
Asfiksia Bayi Teori + praktik resusitasi bayi (manekin) 120 menit
Istirahat 15 menit
Evakuasi & Transportasi Teori + praktik evakuasi pasien 90 menit
Makan siang & istirahat 60 menit
Simulasi Kasus Terintegrasi Skenario lengkap maternal + neonatal 120 menit
Post-test & Penutupan Evaluasi, sertifikat, foto bersama 45 menit

 

FAQ (Pertanyaan Umum)

Apakah pelatihan ini sama dengan BLS (Basic Life Support) ?
BONELS lebih spesifik pada kegawatdaruratan obstetri dan neonatal, namun mencakup Bantuan Hidup Dasar sebagai salah satu kompetensinya. Pelatihan ini lebih komprehensif untuk tenaga kesehatan yang menangani ibu dan bayi.

Apakah saya harus sudah bekerja untuk mengikuti pelatihan ini?
Tidak. Mahasiswa tingkat akhir sangat direkomendasikan untuk mempersiapkan praktik lapangan dan ujian kompetensi.

Apakan pelatihan ini memberikan sertifikat yang diakui?
Ya. Peserta mendapatkan sertifikat pelatihan yang dapat digunakan sebagai bukti kompetensi.

Apakah saya bisa mempraktikkan semua kompetensi setelah pelatihan?
Pelatihan ini membekali keterampilan sesuai standar. Untuk tindakan tertentu, pastikan sesuai dengan kewenangan klinis di institusi Anda.

INFO PELATIHAN LEBIH DETIL SILAHKAN HUBUNGI CS KAMI DI WEBSITE INI

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.